Ole Gunnar Solskjaer Dituntut Lebih Kejam Di Manchester United
Manchester United kekurangan sosok pemimpin dan manajer Ole Gunnar Solskjaer harus menunjukkan sisi kejamnya, kata mantan penyerang Dwight Yorke.
Gelaran 2020/21 terbukti menjadi musim sulit untuk Setan Merah, yang baru meraih tiga poin setelah menjalani tiga laga perdana di Liga Primer Inggris.
Tim arahan Ole bahkan dibantai tanpa ampun oleh mantan manajer Jose Mourinho dan Tottenham Hotspur arahannya pada akhir pekan kemarin, dengan Spurs menang telak 6-1 di Old Trafford.
Ole kemudian menyebut partai tersebut sebagai “hari terburuknya sebagai manajer Manchester United”, selagi penyerang Marcus Rashford “merasa harus meminta maaf” setelah kekalahan memalukan itu.
Yorke menilai mantan klubnya itu kurang sosok pemimpin dan meminta Ole selaku rekan lamanya untuk lebih kejam kepada pemain, jika diperlukan.
“Manajer harus yakin bahwa dia bisa menyuntikkan energi. Itu terlihat agak lesu. Kita butuh sejumlah pemimpin. Kita butuh pemenang di atas lapangan,” kata Yorke kepada talkSPORT.
“Di saat kita berupaya untuk memiliki itu secara konsisten, kita tampaknya mengambil satu langkah ke depan namun mundur dua langkah ke belakang. Kita harus mencari cara agar konsisten.
“Saya tidak yakin dia akan mendapatkan itu dengan mencekik leher [para pemain]. Dia bukan Roy Keane. Dia punya gaya manajemen yang berbeda namun saya harap dia bisa berkata dengan tegas.”
Yorke menambahkan: “Saya yakin akan ada kalimat kasar yang diucapkan. Kita belum melihat itu dari Ole, tapi saya yakin dia juga memiliki sisi kejam dalam dirinya.”
United menanggapi kekalahan itu keesokan harinya, dengan mendatangkan sejumlah pemain baru pada Senin sebelum jendela transfer musim panas ditutup.
Edinson Cavani, Alex Telles, Facundo Pellistri dan Amad Diallo semuanya resmi dikontrak, selagi Diallo akan pindah ke Old Trafford pada Januari.
United juga mendapatkan bek berusia 16 tahun yang punya potensi tinggi seperti Willy Kambwala dari Sochaux.
Setelah jeda internasional, United akan kembali beraksi pada 17 Oktober dengan bertandang ke markas Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer.